** SITUS INI BUKAN SITUS RESMI POLITEKNIK NEGERI KEDIRI ** Situs ini dibuat oleh : M. Ali Zuhadi Mabrur ** (Mahasiswa Politeknik Kediri kelas Manajemen Informatika 2, Semester 3) untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Dasar & Design Web yang diasuh oleh Bpk. Rudi Antono, S. Kom, MM. **
 

Newsflash

  • Ayo nge-chat dengan teman-temanmu di menu chatting
  • Jika ingin chatting, janjian dulu ma temanmu yang akan kamu ajak chatting biar ada lawan chattingnya
  • Dapatkan Info Lowongan Kerja di menu Lowongan Kerja
  • Daftarkan alamat blog kamu, biar muncul di IKAMANDIGA Online
  • Dapatkan link ke web universitas terkemuka di menu link
 
Home arrow Akuntansi
Akuntansi
Akuntansi Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Kajian Kelayakan Pembukaan Program Studi DIII Akuntansi   
Monday, 28 January 2008
  1. PENGANTAR
  2. Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang ikut menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pendidikan juga merupakan investasi dalam pengembangan Sumber daya manusia, dimana peningkatan kecakapan dan kemampuan diyakini sebagai faktor pendukung upaya manusia dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan ketidak pastian. Dalam  kerangka inilah pendidikan diperlukan dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju, demikian halnya bagi masyarakat Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas.

    Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan Industri, terbuka peluang penyerapan tenaga kerja yang cukup besar baik untuk lulusan Perguruan Tinggi dengan kemampuan penguasaan aspek akademik yang baik maupun lulusan dengan keterampilan yang baik. Kedua mempunyai peluang yang sama besar meskipun dalam konteks jenis pekerjaan yang agak berbeda. Pendidikan Politeknik telah menjadi salah satu alternatif pelihan lulusan SMU dan SMK untuk menlanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi. Lama waktu pendidikan lebih singkat dan keterampilan tinggi yang diperoleh dari program diploma politeknik, menyebabkan cukup diminati. Sehingga, tidaklah mengerankan jika pemerintah mengambil inisiatif untuk memgembangkan sejumlah politeknik baru sampai dengan tahun 2020 melalui beberapa cara.

    Kota Kediri merupakan suatu wilayah dicanangkan sebagai pusat pendidikan dan pariwisata, selain unggulan dalam bidang di bidang industri, perbankan, perdagangan, hotel dan restoran yang merupakan sektor yang memberikan kontribusi yang terbanyak selama ini. Dilihat dari luasan kota Kediri ± 63,40 Km2 dengan ketinggian tempat 67 meter diatas permukaan laut. Secara administratif terbagai tiga kecamatan yaitu Kecamatan Mojoroto (24,6Km2 atau 38,8%) dengan kepadatan penduduk per km2 3.469 Jiwa, Kecamatan Pesantren (23,9 Km atau 37,7%) dengan kepadatan penduduk per km2 2.883 Jiwa dan kecamatan kota (14,9Km atau 23,50%) dengan kepadatan penduduk per km2 5.767 Jiwa. Sedangkan penyebaran Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin adalah Kec. Mojoroto 83.330 (L=42.771;50,12%) (PR=42.559;49,88%); Kec. Kota 85.928 (L=41.072;47,80%); (PR=44.856;52,20%); Kec. Pesantren 68.905 (L=34.043;49,45%) (PR=34.832;50,55). Jadi Jumlah penduduk Kediri secara total sejumlah 240.247 yang terdiri dari 117.916 jiwa laki-laki atau 49,10% dan 122.247 jiwa perempuan atau 50,90%. Secara geografisnya yang sangat strategis  baik jalur komunikasi maupun perdagangan, serta ditopang dengan keunggulan komparatif yaitu dengan dimilikinya Industri dengan PT Gudang Garam terbesar. Untuk itu tidaklah mengherankan sejak tahun 2003 seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi di Kota Kediri juga diiringi dengan pertumbuhan di sector per bankan.

    Berikut adalah perkembangan jumlah perbankan di Kediri sejak tahun 2003 – 2005 dari informasi Bank Indonesia Kediri.

      Sejalan dengan arah kebijakan otonomi dan desentrasilasi yang ditempuh oleh pemerintah, tanggungjawab pemerintah daerah akan meningkat, termasuk dalam pendidikan. Pemerintah daerah diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam berbagai pembangunan pendidikan, sejak tahap perumusan kebijakan daerah, perencanaan, pelaksanaan, sampai pemantauan dan monitoring di daerah masing-masing sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang digariskan pemerintah. Globalisasi yang telah merambah dunia pendidikan dan  era otonomi daerah, maka daerah harus mengembangkan suatu sistem Pendidikan yang sesuai dengan kondisi daerah khususnya serta daerah lain pada umumnya. Karena industri akan memberikan andil besar terhadap kemajuan daerahnya sendiri, oleh sebab itu diperlukan penidikan vokasional (pendidikan profesional terapan) seperti politeknik. Politeknik merupakan pendidikan vokasional (kejuruan tingkat tinggi) yang diarahkan terutama kesiapan penerapan keahlian tertentu. Bidang usaha yang terdapat di kota kediri menunjukkan bahwa pencari kerja sejumlah 2.461 yang terdiri dari SD 371, SMP 106, SMA 1.238 DAN tamatan PT 746 sedangkan penempatan berkisar 539 yang didominasi oleh tamatan SD 378 DAN SMA 161 orang atau berkisar  21,90% ditempatkan tamana SD 100% dan SMA 13% sedangkan tamatan PT tidak  ada sama sekali. Hal ini menunjukkan tingkat ketrampilan lulusan SMA belum ada jaminan untuk dapat bekerja di Industri di Kota Kediri. Lembaga kursus sejumlah 50 dengan total murid pada tahun 2002 adalah 7491 orang. Hal tersebut yang paling diminati Bahasa Inggris, Akuntansi, bimbingan tes dan perbankan dengan total murid 3653. (Data Diknas Kota Kediri Tabel V.13.2)

    Berdasarkan hasil penelusuran tentang pilihan setelah lulus SMK 16% studi lanjut, 82% Bekerja dan 2 % tidak keduanya; Jenjang Pendidikan yang diinginkan adalah S1 16%, D3 Politeknik 45%, D1 25% dan Kursus 14%,; Alasan Pemilihan Politeknik sebagai tempat studi lanjut a. 70% menghasilkan tenaga profesional yang dibutuhkan industri, 8% Banyak menyelenggarakan kegiatan praktek, 6% Sangat terkait dengan industri dan 16% membuka program studi sesuai dengan keinginan. Jenjang Pendidikan yang diusulkan di Kediri menunjukkan D1 31%, D2 7% dan D3 Politeknik 62%, berdasarkan tingkat jenjang D3 program studi yang diinginkan untuk dibuku memberikan hasil yang paling besar untuk dibuka adalah program studi Akuntansi yaitu sejumlah 51%. (Data Questioner 2003/2004 terlampir)

    Sistem pendidikan di Program Studi Akuntansi yang akan dikembangkan di Kediri adalah mempersiapkan Tenaga Ahli Madya yaitu terampil pada bidang Akuntansi.  Secara  garis besar model pembelajaran yang dikembangkan adalah  Sistem Paket yang teridiri dari  Praktek  dan Laboratorium  60% dan Teori 40%. Hal tersebut sesuai dengan Kurukulum berbasis kompetensi sehingga lulusan sehingga siap kerja pada bidangnya. Komptentsi yang diharapkan antara lain dapat menjawab tantangan Kota kediri yang akan menjadi kota Pendidikan, Pariwisata, Perdagangan dan Industri. Pendidikan Vocational ini sejalan dengan program pembangunan nasional yang telah digulirkan dengan Otonomi Daerah yang merupakan peluang untuk menjadi daerah sebagai pelayan dan pengembang diri sendiri. Hal yang mengembirakan tentunya dilihat dari ketenagakerjaan daerah Kediri masih didominasi oleh lulusan SLTA sekitar 47,33% dari SMU,  D3 berkiras 3,17% serta ketenaga kerjaan Tingkat Sarjana minim sekali sekitar 8,89%, Pada tingkat sarjana di mungkinkan belum banyak perusahaan yang dapat menyiapkan kerja pada levelnya, Politeknik memberikan solusi dan pemecahan terhadap kesiapan dan kebutuhan industri di daerah sekitarnya karena masih dominannya para tenaga kerja masih didominasi oleh lulusan SMU yang kedepan jelas memerlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang memadai sesuai dengan pesatnya informasi dan teknologi.

  3. VISI, MISI & TUJUAN

    Visi :
    Menjadi lembaga pendidikan professional dalam bidang akuntansi yang memberikan pengajaran unggul iptek, terampil dalam kerja serta menjadi SDM mandiri yang  beriman dan taqwa penuh inovatif sesuai kompetensi bidang profesi, karir, bisnis dan memiliki daya saing global.

    Misi :

    1. Penyelenggara pendidikan professional bidang akuntansi dengan sumber daya manusia teruji dan unggul pada bidangnya
    2. Optimalisasi kinerja pembelajaran beroritentasi kualitas dan kompetensi lulusan
    3. Lulusan dapat diterima anggota masyarakat yang mandiri dan sukses pada bidang bidang akuntasi, Perbankan, Perusahaan Jasa, Industri, pemerintahan, kewirausahan, karier bidang lain agar dapat mendukung pembangunan nasional
    4. Menjadi SDM mandiri berpikir terbuka, kreatif, inovatif, jujur dan bermoral
    5. Memiliki kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga pendidik yang beriman dan bertakwa secara berkelanjutan.
    Tujuan
    1. Meningkatkan upaya pemerolehan input berkualitas dan kapasitas daya tampung yang sesuai kualitas dan kerjasama dengan instansi terkait.
    1. Mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi yang dinamis yang sesuai kebutuhan industri dan masyarakat.
    1. Menyediakan fasilitas belajar-mengajar berbasis teknologi terapan
    2. Melaksanakan manajemen pendidikan berbasis Sekolah dengan tujuan untuk menciptakan proses pendidikan berorientasi kebutuhan daerah  yang berkualitas
    1. Menciptakan nuansa pendidik profesional dalam lingkungan industri, organisasi profesi dan alumni.
    1. Memfasilitasi penelitian terapan, dan pengabdian masyarakat untuk kepentingan lembaga, industri, dan masyarakat.
    1. Menyediakan fasilitas terapan dalam  kemandirian mahasiswa dalam usaha / kewirausahaan serta kepemimpinan.
    1. Peningkatan program-program secara terus menerus melalui pengembangan sumbedaya manusia, fasiltas, kurikulum didalam evaluasi dan perbaikan.
 
Free Joomla! hosting powered by FreeJoomlas.com